Etiket dan Kepribadian

Etiket dan Kepribadian 

Etika berasal dari bahasa Yunani adalah ‘Ethos’ yang berarti watak kesusilaanatau adat kebiasaan (custom).Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakanistilah dari bahasa Latin yaitu ‘Mos’ yang berarti juga adat kebiasaan ataucara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan).Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su)Akhlak ( Arab), berarti moral dan etika berarti ilmu akhlak.Menurut Aristoteles:Terminus Techius. Pengertian etika dalam hal ini adalah etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusiaManner dan Custom. Membahas Etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia ( in herent in human nature) yang terikat dengana pengertian ‘baik dan buruk’ suatu tingkah laku atau perbuatan manusia
Perbedaan Etika dan Etiket menurut K. Bertens, 1994:Etika adalah niat apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai dengan pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.Etiket adalah menetapkan cara untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.Etika adalah nurani (batin), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran diri.Etiket adalah formalitas (lahiriah) dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikanEtika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sangsi.Etiket bersifat relatif,yaitu dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.Etika berlakunya tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir.Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket tidak berlaku.


Etika Public RelationsEtika yang mengatur perilaku humas yang bisa bermuka dua. Di satu sisi, PR berfungsi sebagai institusi yang melayani kepentingan publik dan disisi lain, PR berfungsi sebagai mata dan mulut perusahaan yang terkait.Keduanya mempunyai kepentingan yang berbeda. Kedua kepentingan tersebut bisa bertabrakan satu sama lain.PR harus bisa menempatkan diri sebaik mungkin dalam kedua kedua hal tersebut.
Profesi: Adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yan bekerja tetapi belum tentu dikataakan memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakna suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Profesi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek Pelaksanaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.


PR Membentuk Kepribadian

PR adalah suatu pendekatan yang sangat strategis yang menggunakan konsep-konsep komunikasi. Dengan teknik-teknik komunikasi yang sesuai, praktisi PR akan menjadi tenaga yang sangat penting bagi dunia usaha. Dan tentu saja ini ada hubungannya dengan kepribadian. Suatu organisasi atau perusahaan yang sukses tanpa public relations adalah sama dengan, katakanlah, seorang salesman, seorang politikus atau pengacara (atau profesi pembujuk lainnya) yang berhasil tanpa kepribadian. Jumlah di antara mereka yang berhasil tanpa kepribadian memang tidak sedikit. Haywood melanjutkan, “sayangnya tak banyak orang yang secara alami mempunyai kepribadian yang positif, yang tidak perlu memikirkan sikapnya, pendekatan-pendekatannya atau perilakunya.” ( Roger Haywood, 1987).Kepribadian memang tetap merupakan modal penting untuk menjadi praktisi PR. Tetapi lebih dari itu strategi lebih jaug lebih penting. Strategi meliputi cara-cara membangun kepribadian perusahaan atau organisasi. Dengan kata lain seorang praktisi PR harus bisa menstransfer pribadinya timbal balik dengan perusahaannya.Kepribadian perusahaan secara menyeluruh dipengaruhi oleh banyak elemen termasuk kepribadian praktisi PR itu sendiri. Elemen-elemen pembentuk kepribadian perusahaan antara lain:1. Kepribadian dan perilaku pemilik dan eksekutif puncak perusahaan2. Kepribadian dan perilaku para front liners3. Budaya perusahaan4. Hubungan antara perusahaan dan pihak-pihak lain, misalnyapemerintah, komunitas, konsumen, pemasok, bank, dll.5. Karya-karya yang dipublikasikan ( logo, slogan, pidato, iklan, artikel)6. Identitas korporat ( logo, gedung, desain interior dan eksterior)7. Cara-cara penanganan krisis

Komentar

Postingan Populer